RIVAL.co.id – Menghadapi era revolusi industri 4.0 masyarakat dituntut harus mampu bersaing dan meningkatkan kapasitas sumber dayanya. Sinkronisasi antar mindset pemikiran dan kreatifitas harus dikembangkan. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang harus berperan lebih dalam peningkatan kapabilitas dalam menghadapi industri 4.0

Sebagai langkah meningkatkan kualitas SDM khususnya di lingkup mahasiswa, Pengurus Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMIKI) Wilayah 2 (Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten) menggelar Forum Dialog Komunikasi Kebangsaan di Golden Boutiqe Hotel, Jakarta pada Kamis (12/9)
Hadir sebagai narasumber, yaitu Budiman Sudjatmiko selaku Ketua Umum Innovator 4.0 Indonesia, Wahyu Aji selaku CEO GNFI (Good News From Indonesia), Mahbub Ubaedi Alwi selaku Ketua Umum PP IMIKI.

Hadir juga peserta perwakilan dari masing-masing Cabang diantaranya Jakarta, Bandung Banten dan Karawang.
Acara ini pun di awali dengan mengheningkan cipta dan do’a untuk kepergian almarhum Prof. BJ Habibie yang wafat pada tanggal 11 September 2019 di RSPAD, Jakarta.

Ketua Umum IMIKI Wilayah 2, Cecep Irwansyah mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai pembelajaran untuk peningkatan SDM mahasiswa ilmu komunikasi
“Ini merupakan kegiatan yang positif dan bisa menjadi pembelajaran berharga untuk mahasiswa khususnya dan teman-teman generasi muda pada umunya, juga untuk merespon tantangan bangsa Indonesia kedepan akan seperti apa.” Ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua umum Innovator 4.0 Indinesia, sekaligus anggta DPR RI, Budiman Sudjatmiko menuturkan bahwa mahasiswa harus berkolaborasi dan bahu-membahu untuk menyelesaikan permasalahan bersama.

“Yang harus mahasiswa lakukan saat ini dalam menghadapi era revolusi 4.0 yaitu berkolaborasi, kalau kamu tidak bisa matematika, ajak orang matematika bikin kelompok, kalau kelompok harus ada beragam bidang, ada orang sejarah, matematika ada orang sastra, dan filsafat dan ada orang komputer. Berdialog apa yang bisa dilakukan.” Ujarnya

ketika di temui usai dialog publik pemantapan pekan kerja nyata Revolusi Mental Bagi Mahasiswa yang digagas oleh Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMIKI) Wilayah 2 (Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat pada Kamis (12/9)
Budiman melanjutkan, mahasiswa perlu berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, berkolaborasi dengan bidang ilmu lain untuk berkreasi.

“Untuk meningkatkan kreatifitas, Dulu jaman saya mahasiswa bisa menulis artikel dimuat di Kompas sudah keren, hari ini untuk menjadi mahasiswa keren bukan hanya sekedar bisa menulis artikel, tapi kalau bisa buat aplikasi yang bisa digunakan oleh banyak orang” ujarnya

Salah satu hal yang juga harus dimiliki oleh mahasiswa yaitu nilai gotong royong.
“Nilai-nilai yang harus ditanamkan oleh mahasiswa saat ini yaitu gotong royong dan kreatifitas, gotong royong kreatif, kreatif yang bergotong royong.” Ujarnya

Pada kesempatan yang sama, Jurnalis sekaligus CEO Good News From Indonesia, Wahyu Aji menuturkan mahasiswa harus mampu menyelesaikan masalah disintegrasi, ujaran kebencian, dan mampu menjadi pionir dalam menangkal banjirnya informasi.

“Masalah disintegrasi, informasi tidak akurat, dan ujaran kebencian, seharusnya teman-teman dengan keterampilan komunikasi bisa berkontribusi mengatasi hal itu, misal membuat kampanye (melalui media daring) dan menyebarkan pesan-pesan damai.” Ujarnya

Dan tidak memperparah kondisi,
“Bukan malah memperparah kondisi, membuat kemasan informasi yang penting dengan hal yang disukai oleh generasi saat ini, Pemimpin yang tua penyampaian info yang tidak menarik, kita harusnya bisa lebih kreatif.” Ujarnya

Membangun pemikiran yang optimis, sebagai bagian dari penerapan revolusi mental yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum PP IMIKI menuturkan bahwa ada 4 hal yang paling penting yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, yaitu bertanggung jawab dengan ilmu yang dimiliki, membangun sikap toleransi antar sesama, sikap netral dan optimis sebagai generasi penerus bangsa.

“Kita tidak cukup hanya jadi orang baik saja, tetapi harus juga bermanfaat untuk orang lain.” Pungkas Mahbub. (Rilis IMIKI)