RIVAL.co.id – JAKARTA, Pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo–Sandi) terus menyoroti harga-harga bahan pokok yang disebut-sebut terus meroket. Isu tersebut diklaim pasangan kandidat penantang petahana itu menjadi keluhan kaum ibu atau emak-emak di Tanah Air selama beberapa waktu belakangan.

Wakil Ketua BPN Prabowo–Sandi, Mardani Ali Sera mengatakan, mahalnya harga bahan pokok itu disebabkan oleh kondisi ekonomi Indonesia yang terus merosot.

“Harga-harga naik apa turun sekarang? Sebenarnya kalau mau naik tapi pendapatan juga naik, enggak apa ya. Tapi (kalau) harga naik pendapatan turun, ini yang jadi problem sekarang,” kata Mardani saat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Emak-Emak Indonesia Jaya (Mak Ija), di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (20/11/2018).

Dalam kesempatan itu, dia pun menyinggung harga telur di Indonesia yang dianggap lebih mahal daripada di Malayasia. Menurut Mardani, perbedaan harga telur di kedua negara bertetangga ini sangatlah jauh. Padahal, tingkat pendapatan per kapita di Malaysia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.

“Harga telur di Malaysia cuma Rp11.0000 per kilogram. Di sini berapa? Rp25.000 per kilogram. Jadi kaya Indonesia apa kaya Malaysia? Kaya Malaysia, tapi dia harganya cuma Rp11.000,” ujarnya.

Mardani pun menjelaskan mengapa Pemerintah Malaysia bisa memastikan harga telur untuk rakyatnya menjadi murah. Di negeri jiran itu, kata dia, rantai pasokan bahan-bahan kebutuhan pokok terbilang cukup, ditambah model distribusi yang diterapkan juga seusai. Bahkan, kata Mardani, pemerintah di sana memastikan tidak ada yang memonopoli harga bahan-bahan pokok tersebut.

“Karena itu, pemerintah harus hadir menjaga harga sembako. Yang menjual sembako dengan harga di atas rata-rata harusnya dihukum,” tutur ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. (Inews)