RIVAL.CO.ID– Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi Lampung akan menginap di Kantor KPU Lampung hingga tim seleksi (timsel) menemui mereka. Mahasiswa menuntut seleksi calon komisioner KPU kabupaten/kota se-Lampung ditunda sementara waktu karena diduga terjadi kecurangan.

“Kami menanyakan bagaimana klarifikasi dan keputusan dari pihak KPU Lampung. Katanya, timsel akan menemui kami, Rabu mendatang, 9 Oktober 2019. Oke, kami akan tunggu timsel sampai Rabu. Tapi, kami akan mengingap di sini (KPU Lampung). Kalau tidak mau kami bertahan di sini, maka segera hadirkan timsel ke sini, ke hadapan kami,” kata Ahlun Nazar koordinator aksi Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi Lampung, Senin, 7/10/2019.

Dia mengatakan, aksi hari ini sempat terjadi kericuhan. Penyebabnya, salah satu pedemo terkena pukulan dari oknum polisi. Padahal, aksi dilakukan sudah sesuai prosedur.

“Kami sudah aksi mulai jam 10 siang tadi. Kami berunding dengan pihak KPU, dan meminta timsel dihadirkan agar bisa langsung berdialog. Tapi, itu selalu dielakkan oleh KPU. Tadi saat azan asar, mereka bilang mau salat dahulu. Kami tunggu. Lalu, kami lanjut aksi setelah azan. Ketika masuk ke dalam, ternyata komisioner KPU Tio dan Erwan sudah tidak ada,” ujarnya.

Meskipun mendapat komisioner tidak ada di ruangan, Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi Lampung tetap melanjutkan aksi. Bahkan, mereka masih berunjuk rasa pascakericuhan. Pedemo malah mengundang teman-temannya agar datang ke kantor KPU Lampung.

“Kami bertahan di sini karena tadi juga ada kekerasan terhadap mahasiswa. Kami akan mendatangkan massa yang lebih banyak agar mereka mengerti bahwa mahasiswa tidak bisa diremehkan suaranya,” kata dia.

Sementara itu, komisioner KPU Lampung belum ada yang bisa dimintai tanggapan. Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono tidak menjawab walau ponselnya aktif. Pun demikian dengan komisioner KPU Lampung Tio Aliansyah, belum mengangkat telepon hingga berita ini dimuat.(*)