RIVAL.co.id – Media Rival mengangkat Sebuah tulisan mengenai kesehatan, sudah menjadi hal biasa, setiap hari kita dilihatkan berbagai macam buah yang dijual dipinggir jalan, tak luput musim durian, dengan aromanya yang khas, menjadikan durian primadona bagi sebagian kalangan masyarakat di Indonesia.

Buah durian adalah buah andalan yang digemari banyak orang Indonesia. Kehadiran musim Si Raja Buah ini selalu dinanti-nanti oleh para pecintanya.

Menurut Diah Iswari, Ketua Panita Fruti and Veggie Festival, 10 persen orang Indonesia itu maniak durian, 10 persennya sangat tidak suka durian, dan sisanya 80 persen suka durian.

“Bisa dibilang pasar durian di Indonesia itu ya sebesar 90 persen,” kata Diah kepada Kompas Travel.

Kelezatan durian memang sulit tergantikan. Bahkan, tak sedikit pecinta kuliner yang cukup kreatif mengolah ragam sajian pencuci mulut yang diolah bersama durian karena dianggap sangat lezat. Intinya, dicampur dengan apapun tetap nikmat.

Lalu, apakah kelezatan buah durian ini aman untuk dikonsumsi oleh penggemarnya yang tengah mengandung?

Dalam kajian yang disunting oleh dr Tania Savitri pada laman Hello Sehat dijabarkan sejumlah mitos dan fakta mengenai makan durian sewaktu hamil.

Banyak orang percaya bahwa durian bisa membuat suhu tubuh meningkat atau kepanasan. Jadi, bila ibu hamil mengonsumsinya, janin pun akan mengalami panas. Mitos ini awalnya menyebar dari kepercayaan kuno bangsa Tionghoa yang dibawa ke Asia Tenggara.

Namun, belum ada bukti ilmiah atau contoh kasus yang benar-benar membuktikan terjadinya komplikasi janin kepanasan saat ibu hamil mengonsumsi durian.

Sebaliknya, mengonsumsi durian dalam porsi yang wajar, justru bisa memberikan rangkaian khasiat baik durian bagi kehamilan.

Mitos lainnya yang dipercaya banyak orang Indonesia adalah kadar kolestrol durian yang tinggi. Mengonsumsi durian bisa meningkatkan tekanan darah, khususnya pada ibu hamil. Ternyata, mitos ini tidak benar.

Faktanya, durian tidak mengandung kolestrol sama sekali.

Biasanya kolestrol terdapat pada makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti daging merah, produk turunan susu, atau makanan laut. Sebaliknya, durian justru mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk melawan tingkat kolestrol jahat.

Dr Patrick Chia, Fetal Medicine Specialist, menuliskan pada laman babycentre bahwa ibu hamil aman untuk mengonsumsi durian, selama tidak berlebihan.

Dia mengatakan bahwa berdasarkan hasil riset durian bisa memberikan manfaat pada ibu hamil. Sebab, durian mengandung organo-sulfur dan triptofan.

Kedua senyawa tersebut memiliki efek antioksidan dan bersifat antimikroba, antibakteri, serta antijamur yang berguna untuk kesehatan ibu hamil.

Namun, dia mengingatkan bahwa durian juga mengandung banyak gula dan karbohidrat. Dua biji durian berukuran sedang mengandung 60 kalori. Oleh karena itulah, durian dianggap makanan tinggi glisemik.

Ibu hamil yang mengidap diabetes gestasional harus menghindari makan durian karena kandungan gula pada durian bisa berbahaya.

Buah pantangan lain saat sedang hamil yang banyak dipercaya orang adalah jangan makan nanas saat hamil.

Alasannya, buah nanas bisa memicu terjadi keguguran.

Namun, lagi-lagi pemikiran ini hanya mitos. Pasalnya, berdasarkan paparan yang dirilis Healthline, belum ada bukti atau kajian ilmiah yang menjelaskan sebab akibat sampai bisa mengakibatkan keguguran. (Berbagai sumber)