RIVAL.CO.ID – Komisi pemberantasan korupsi (KPK) Melakukan oprasi tangkap tangan (OTT) pada hari minggu.
(09/10/19)

Dari pantauan tim media Rival di ketahui bahwa sejak hari sabtu tim KPK sudah berada di polda lampung guna melakukan oprasi tangkap tangan (OTT) tersebut.
hingga pada hari minggu sekitar pukul 19.20 wib. Tim KPK melakukan penyegelan di rumah Dinas Bupati lampung utara juga menyegel mobil pribadi milik bupati lampung utara.

Febri selaku juru bicara kpk membenarkan bahwasannya ada tim yang berugas di lampung. Dan di dapatai dari pantauan di lapangan, diduga ada penyerahan uang yang di peruntukan kepada salah satu kepala daerah di lampung.

Hingga saat ini KPK telah mengamankan 4 orang di antara nya 1 kepla daerah ( Bupati ) 2 kepala dinas dan 1 prantara.
Barang bukti berupa uang swdang dihitung jumlahnya, di duga terkait peroyek PU dan Disperindag di kabupaten lampung utara.
Untuk pengamanan awal tim KPK telah menyegel beberapa ruangan dan barang.

Sebagaimana peroses hukum yang berlaku maka KPK akan memperoses lebih lanjut pihak pihak yang di amankan tersebut.
Dalam waktu paling lama 24 jam akan segera di tetapkan peroses hukum nya dan orang orang yang di amankan bila perlu besok akan di bawa ke jakarta.
Sedangkan informasi lebih lanjut tentang penanganan perkara ini akan melalu konfersi pers di jakarta pada hari senin besok- rival.co.id (09/10/19).

Sedangkan di lihat di rumah dinas bupati lampung utara ramai di penuhi warga yang antisias melihat pemeriksaan yang di lakukan lembaga pemberatasan korupsi tersebut.

Terlihat mobil pajero warna putih dengan nopol BE 1262 BD di ketahui milik agung ilmu mangkunegara ( bupati ) lampung utara di segel oleh KPK. dan pada pukul 21.56 wib. Tim KPK telah membawa 4 orang yang di amankan tersebut ke polda lampung guna penanganan lebih lanjut.

Dilihat dari Oprasi tangkap tangan (OTT) Yang merujuk pada orang nomor satu di lampung utara itu para warga merasa senang dan bahagia mereka meneriakkan kalimat takbir. Menurut mahkota alam selaku warga lampung utara saya mengapresiasi kenerja KPK yang telah melakukan oprasi tangkap tangan (OTT) kepada kepala daerah kami, menerut saya beliau adalah pimpinan yang sangan dzholim beliau telah banyak menyusahkan para kontraktor dan beberapa tenaga honorer seperti gajih para RT/RW pun sering tidak di bayar tepat pada waktunya.
Saya harap kejadian ini akan menjadi pelajaran berharga bagi pimpinan daerah lain agar tidak dzholim ujar mahkota alam pada tim media Rival.